Hai! berdebu kali ini blog.. hahaha, sebenernya banyak yg mau di ceritain, tapi...
1. mager ngetik
2. posisi gak enak bgt
3. karena terlalu banyak yg mau ditulis jadi bingung yg mana dulu
Jadi gua post lagu ini aja ya. Lagu baru SOINTFEST yang SANTRI BANGET BROOOOH! dengarkan lah! Semoga lagu ini bisa jadi do'a buat kita seangkatan, banggain orang tua, jadi anak hebat, berdiri dipanggung wisuda dengan segudang prestasi AMIN!
Aku terbangun kaget dari mimpi buruk yang menghampiri tidurku yang bisa dibilang kurang dari kebutuhan tidur manusia pada umumnya. Sakit. Kepalaku sakit saat mulai mengingatnya. Andai saja mantra obliviette yang biasa digunakan Harry Potter dan kawan-kawannya untuk menghapus memori dapat kugunakan didunia nyata ini, mungkin ingatanku terhadap masalah ini dapat terlupakan.
Aku memalingkan wajahku keluar jendela, kulihat mentari mulai keluar dari tempat persembunyiannya, dan aku kembali larut dalam lamunan. Ingatan akan peristiwa itu kembali. Peristiwa kemarin yyang menimpa keluarga kecilku yang terdiri dari Ayah, Ibu dan aku. Tetes air mata mulai berjatuhan seiring otak ku mengingat peristiwa itu.
***
Siang itu, aku layaknya remaja tujuh belas tahun lainnya sibuk dengan gadget bewarna putih yang besarnya segenggaman tanganku. Seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan remaja lainnya, aku bercengkrama dengan teman-temanku di dunia maya, tiba-tiba Ibu datang kepadaku dan menyuruhku menggantikannya didapur untuk menunggui masakannya. Ibu bilang Ia harus menelepon temannya, maka aku berikan gadget putih kecilku itu kepada Ibu, karena memang hari itu dari tiga gadget yang ada dirumah hanya punyaku yang memiliku pulsa, dan aku beranjak kedapur.
Aku sibuk mengaduk masakan Ibu, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, Ayah datang! Batinku. Akupun berlari membukakan pintu untuk Ayah. Kulihat wajah Ayah, tersenyum padanya, dan mencium tangannya. Namun saat aku melakukan kebiasaanku itu aku merasa janggal, karena Ayah tidak membalas senyumanku. Entahlah mungkin beliau sedang lelah dan aku enggan mengganggunya karena takut memperburuk suasana. Aku kembali ke masakan Ibu yang dititipkannya kepadaku.
***
“Nemita, kemari kamu!” Ibu memanggilku dengan nada tinggi yang membuatku langsung digap menghadap wanita yang telah mengandungku selama sembilan bulan itu. Mukanya telah berubah menjadi tidak enak, bisa jadi ini suatu pertanda bahwa aku akan dimarahi. Benar saja baru aku selesai bergumam dalam hati, Ibu mulai mengeluarkan kekecewaannya padaku.
“Siapa yang mengajarimu menggunakan kata-kata kasar?” Ibu memulai interogasinya, aku hanya bisa diam. Mulutku bungkam. Aku mengetahui penyebab Ibu marah. Pasti karena Ibu telah melihat obrolanku dan teman-temanku di media sosial, dan ya memang benar aku sempat berkata-kata kasar kepada temanku.
“Jawab Ibu Nemi! Dari mana kau dapat kata-kata kasar seperti itu?” Ibu melanjutkan kekecewaannya padaku dan aku tertunduk, dan aku masih saja diam.
“Kamu tahu Nemi? Orang yang berkata-kata kasar itu seperti orang yang tidak bersekolah. Itu tidak sopan Nemi, coba kau pikirkan jika temanmu terluka hanya karena perkataanmu tadi?” Kepalaku yang tadinya tertunduk sekarang rasanya sudah terpendam didalam tanah. Aku merasa bersalah sekaligus malu pada ibu.
“Ibu tidak suka kamu seperti itu, dan ibu tidak ingin melihatmu berkata-kata seperti itu lagi.” Ibu mengakhiri kekecawaannya, dan sekali lagi aku terdiam dan hanya mengangguk. Hatiku bergumam, “Maaf ibu.. Maaf.. Lagi-lagi aku mengecewakanmu.” Aku berjuang menahan air mataku yang memaksa keluar. Kemudian Aku mulai melangkahkan kakiku dari ruang tamu menuju kamarku, menuju laptop kesayanganku, menyalakannya dan memberi perintah untuk memutar lagu Yui- To Mother.
Hatiku mulai tenang setelah mendengar beberapa lagu dari laptopku. Namun aku mendengar sayup-sayup suara orang bertengkar dari kamar orang tuaku. Aku yang penasaran keluar dari kamar dan bergegas turun dari lantai dua menuju kamar orang tuaku di bawah. Aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suara saat sudah tiba dibawah. Walaupun pintu kamar Ayah dan Ibu tidak tertutup, tetapi aku berani menjamin kalau mereka tidak menyadari kehadiranku disini. Aku tidak langsung masuk kedalam kamar, aku mengintip dari balik dinding terlebih dahulu dan menyaksikan, dan mendengar sebuah adegan yang benar-benar membuat tanggul pertahanan air mataku jebol, sehingga air mataku dengan derasnya keluar membanjiri pipiku layaknya air terjun.
Aku tidak berani menampakan diriku, hingga aku melihat Ayah melempar sesuatu dari atas meja, bukan kearah Ibuku tentunya, hanya membantingnya kelantai, dan syukurnya hanya sebuah kotak tisu. Aku sudah tidak tahan menangis tanpa suara, akhirnya aku menampakan diriku dan menangis sejadi-jadinya. Ayah masih saja melontarkan kata-kata kasar pada Ibu, dan Aku berani menjamin Ibuku sangat terluka oleh kata-kata itu.
Namun, tahukah dirimu teman apa yang ternyata Ibu lakukan? Ibu justru beranjak ketempatku mematung sambil menangis dan memeluk ku, Ia lebih memilih menenangkan diriku dan meninggalkan Ayah yang masih mengatur nafasnya setelah berteriak-teriak. Aku segera melepas pelukan Ibu dan berlari menuju kamarku di atas. Aku mengunci diriku dan duduk diantara rak-rak buku yang berisi novel-novel tebal yang menyaksikanku menangis meraung-raung marah, entah marah pada siapa, yang jelas hatiku sakit.
Aku sakit hati pada orang dewasa, dan aku tidak habis pikir pada mereka. Semudah itukah mereka mengeluarkan kata-kata kasar ketika sedang emosi? Semudah itukah mereka menyakiti orang lain? Sedang disisi lain mereka melarang anak-anak mereka mengeluarkan kata-kata seperti itu. Pahamkah mereka akan makna Kaburo maktan? Sungguh aku tidak mengerti pola pikir mereka.
Hingga sekarang pukul sebelas malam, air mataku belum berhenti sempurna. Sebenarnya sejak tadi siang aku mendengar puluhan kali Ibu dan Ayah mengetuk pintu kamarku, tetapi aku abaikan mereka. Namun, akhirnya aku luluh sekarang. Aku mendengar ibu mengetuk pintu kamarku sekali lagi, aku membentuk tanggul air mataku sehingga air mataku bisa dihentikan untuk sementara waktu. Aku membuka pintu kamarku, keluar dan langsung memeluk ibu, tetapi nampaknya tanggul pertahanan air mataku jebol lagi ketika dipeluk ibu. Ibu menenangkakanku kembali entah untuk keberapa kalinya dan mengajakku makan malam di meja makan. Aku sempat melirik ke kamar ayah. Beliau melihat kearahku juga sambil tersenyum, tetap[I maaf ayah, aku tidak bisa membalas senyummu malam ini, karena hatiku masih terlalu sakit karena mendengar perkataamu tadi siang. Namun aku tahu, pasti hati ibu lebih sakit.
Setelah selesai makaan dan mencuci piringnya, ibu menawari segelas susu, tetapi aku menolaknya. Aku lebih memilih kembali ke kamar mengurung diri disana.
Aku membenamkan kepalaku di bawah bantal, pikiranku kembali berkecamuk. Aku berpikir, seharusnya aku tidak boleh menyalahkan ayah sepenuhnya, karena mungkin kondisi ayah yang sudah lelah setelah bekerja keras seharian. Di samping itu, aku tahu yang memulai pertengkaran pasti ibu. Karena jika ayah ya ng memulainya tidak akan seheboh ini. Namun, aku tidak suka cara ayah berkata kasar pada ibu, sedangkan kedua orangtuaku tidak mau diriku berkata kasar.
Lelah, pikiranku lelah. Mataku mulai panas karena terlalu sering dilewati oleh air mata. Perlahan mataku terpejam. Hatiku bergumam untuk yang terakhir kalinya malam ini. Sungguh kalau menjadi orang dewasa kita lebih mudah menyakiti orang lain, bahkan menyakiti orang yang disayangi, rasanya aku benar-benar tidak ingin menjadi orang dewasa. Karena aku hanya tidak ingin menyakiti dan mengecawakan orang yang aku sayangi.
Halo! ah gue lagi kagen banget sama anak 23, terus gue denger lagu ini tadi di playlist wmp, eh gue jadi gmn gt denger liriknya.
"Allah selalu menjaga kita dan akan beri waktu, insyaAllah kita kan bertemu lagi." :'')
Btw, itu lagu yang bikin anak angkatan gue loh, mereka bikin grup nasyid gitu, namanya "SOINT" #eaaa, terdiri dari Radifan,Daud,Faqih,Opal,Dela, sama Zabdur. Yah kalo rekamannya masih ancur makluminlah kan masih belajar :D Huahuahua kangen banget sama merekaaa nanjauh dimato!
Bersyukur merupakan hal simpel paling penting yang paling sering
dilupakan oleh banyak orang. Padahal udah jelas-jelas Allah
memerintahkan kita sebagai hambanya untuk bersyukur, dan jelas-jelas perintah
itu udah ada didalam firman-Nya disurat Al Ankabut ayat 17, yang artinya:
“…Maka mintalah rezeki
dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya
kamu dikembalikan. ” (QS 29:17).
Namun kawan, kalo dilihat-lihat dari kesehariannya, anak-anak Al
Kahfi ini kurang banget sama yang namanya bersyukur. Ane nggak nunjuk
satu orang, karena Ane yakin hampir semua anak seperti itu, termasuk Ane
sendiri.
Kurang bersyukurnya anak Al Kahfi gimana sih? Ya itu dia
sebenernya yang dipertanyakan, sebenernya kurang bersyukurnya anak Al Kahfi tuh
nggak sampe kufur dari nikmat Allah, enggak. Kurang bersyukurnya anak Al Kahfi
itu sebenernya sepeleh dan yaah, saking
sepelehnya kadang kita suka nggak sadar
kalo kita kurang bersyukur, contohnya tuh yaa kayak yang paling kecil aja deh,
makanan.
Biasanya lagi laper-lapernya, eh tiba-tiba makanan dateng dan
menunya nggak enak, pasti santri-santri
itu bakal bilang “YAAH MAKANNYA GINIAN, MALES AH! NGGAK ENAK.” Kadang para
santri itu nggak bersyukur, termasuk Ane, dan kadang kita juga nggak
sadar padahal masih untung dapur mau buatin makanan, kalo dapur sekali aja
mogok bikin makanan, hah kapok deh semuanya. Kalo dilihat-lihat kurang baik apa
coba orang dapur, rela capek-capek bikinin makanan buat 1000 santri. Emang deh
yah jadi orang dapur banyak pahalanya, udah kalo santri males makan itu
makanannya di telantarin, kalo telat nganter makanan juga dimarahin sama
anak-anak, ckckck, Alhamdulillah orang dapur sabar.
Nah, bulan Mei kemarin
OSPETA13/14 bagian akhwat mengadakan suatu event besar buar warga sekampung
yaitu, BAKSOS. Baksos kali ini diadakan dilapangan SMP Akhwat, dibuka dari jam
8 pagi sampai ashar.
Di baksos ini Ane dapet banyak pelajaran tentang bersyukur
pada Allah. Di Baksos ini Ane mikir, sekaligus banyak mengucap
Alhamdulillah buat segala-galanya yang udah Allah kasih buat Ane dan
keluarga Ane. Buat Rezeki dari mulai makanan, uang, pakaian, rumah,
kendaraan, juga kesehatan. Gimana enggak, pas lihat orang-orang kampung
menyerbu dagangan tuh Ane seneng banget, muka mereka semuanya senyum,
sibuk milah milih baju yang cocok buat suami, dan anak-anaknya dirumah. Ane
sempet mikir pas ada yang minta diskon dari 4000 ke 2000, sebegitu berharganya
kah duit 4000 itu buat mereka? Padahal kadang duit Ane 4000 hilangpun Ane
nggak peduli. Ya Allah, makasih ya Allah atas segalanya.
Yang suka Ane mikir juga adalah kalo pulang sekolah terus Ane
ketemu anak kampung dan mereka minta buku sama Ane, sumpah demi Allah
disitu hati Ane tersentuh banget.. Ane mau ngasih buku, mau
banget malah, tapi ya mau gimana lagi, kalo Ane punya pabrik buku Ane
kasih deh ya satu-satu. Ane jadi mikir, kadang anak-anak Syi’ar OSPETA
sering banget buang-buang kertas, padahal di seberang pager kita ada mereka
yang pingin bisa nulis di kertas putih bersih.
Abis bukain blog sama askfm nya Farhan, gak terasa ya udah lima bulan, tapi masih berasa bgt nyeseknya. Gimana jd ainun ya? Hm. Ya Allah, semoga kami semua dipertemukan lagi disurga-Mu. Amin. Baik-baik di sana ya, Han. Warga alkahfi kangen bgt sama ente, makasih udah jadi motivator buat gue biarpun kita emg blm pernah saling kenal sebelumnya. Kapan gue jadi anak sebaik elo Han? :''')
HAALOOOO, GUE NGGAK ADA KERJAAN NIH, GUE CERITA AJA YA TENTANG TEMAN-TEMAN GUE YANG ALAY KECE REMPONG TERSAYAAAANG :3
Namanya 97 to Mars. Kita bukan geng yang brutal dan suka tawuran, kita juga bukan kelompok pelajar yang selalu dapet nilai 9 di kelas, tapi alhamdulillah nilai kita selalu diatas KKM dikelas. Kita abstrak, ayan, rempong, MAGER, bawel, sesuka hati ngapain aja, BESAR-BESAR, dan yang paling penting adalah DOYAN MAKAN.
Kita terdiri dari 4 orang pembesar yang terdiri dari HEPA, YASMIN, VETY DAN GUE. dan 1 orang abnormal karena dia yang paling kurus dari yang lainnya, yaitu AINUN. Kita terbentuk karena sebuah lomba di As Syifa Festival (Syifest) yang berjudul Stop Motion As Syifa Competition atau SMAC.
Apa itu 97 to Mars sendiri? Itu adalah sebuah kepanjangan dari 97 to Marvelous Stop Motion. Pencetusnya adalah Ainun. Lagian waktu itu kita bingung mau kasih nama apaan, eh tiba-tiba Ainun mencetuskan nama itu, dapet pencerahan dari thirty second to mars katanya-_- Ya Allah, temen gue. Ayan bukan? zzz.
Jadi awalnya, Gue, Yasmin, dan Vety, dan Hepa emang sering banget ngumpul dikamar Gue sama Ainun, karena kita ber-empat anak Syi'ar (bag.kreatifitas OSPETA) dan sering banget bikin tugas syi'ar dikamar gue. Kalo nggak bikin tugas Syi'ar ya kita ber-empat main aja, ngobrol dikamar sama Ainun juga.
Suatu hari, anak-anak heboh pengen ikutan lomba Nasyid di SyiFest, dan ceritanya kita berlima pengen ikutan lomba juga. Namun masalah terbesar adalah, kita NGGAK MUNGKIN IKUT LOMBA NASYID! Tanya kenapa?
Ya, itu alasannya. Lo simpulin aja sendiri. Selain lomba Nasyid adanya lomba-lomba yang begitu deh pokoknyaaaa... yang butuh percaya diri, udah tau gue orangnya minder, kalo didepan panggung keringet dingin setengah maut. Nggak usah jauh-jauh didepan panggung Aula Ar-Raudhah yang harus mendaki gunung lewati lembah deh, didepan kelas aja gue sakit perut. Selain itu kalo gue Pede mah gue udah minta jadi anak divisi bahasa di OSPETA, biar gue bisa nampang di depan tiap hari, tapi nyatanya gue cuma seorang kacung dekorasi dan pembuat spanduk dari biro Syi'ar tercinta yang seksi dekorasi adalah jabat seumur hidup gue di OSPETA (kecuali edufest, alhamdulillah), gue selalu jadi orang belakang. Tenang aja gue nggak bakalan ngamuk-ngamuk kenapa gue selalu jadi orang belakang, tapi lo harus camkan baik-baik ini dikepala lo, GUE BANGGA JADI ORANG BELAKANG (bukan terbelakang, maaf.) karena, tanpa orang belakang, acara-acara besar tidak akan mulus HAHAHA.
Balik ke 97TM, karena kita emang nggak memungkinkan buat ikut lomba-lomba begitu, dan kita bertekad harus ikutan lomba, dan bikin prestasi sebelum lulus dari Al Kahfi, akhirnya kita putuskan untuk nekat ikut lomba STOP MOTION dengan berbekal video SM dari anak AsSyifa sendiri.
Selama bikin video sumpah kita heboh banget, dari yang mulai minjem-minjem kamera dari ratu, tripod dari intan, danlainnya. Bolos ta'lim PSDI, tiap hari pulang jam setengah lima, dan lainnya. Mana pas lagi gambar-gambar, juru gambarnya sempet nangis-nangis, aduh macem-macem yeeee.
Oh iya gue belom Kasih struktur nih,
1. Direktur,
HAIFA MUJAHIDAH.
Sebenernya yak, sebenernya, gue sama Vety bingung pas bikin credit, si Hepa nih mau ditulis sebagai apa. Abisan, dia gak jelas idupnya. Hahaha, tapi Subhanallah dia emang paling berjasa banget buat kita. Dia penyemangat kalo lagi lesu, dia yang suka ambilin kita minum, makan, dan hal-hal kecil lainnya yang sepeleh dan kita lupain gitu aja padahal itu penting. Yah, Emak bangetlah. Tadinya yak, tadinyaaa.. gue sama Vety mau nulis "pembokat" HAHAHA, tapi karena kita masih sayang banget sama Hepa, akhirnya kita jadikan dia sebagai DIREKTUR. Dia Penanggung jawab segala-galanya. AH POKOKNYA GUE SAYANG BANGET-BANGETAN DAH SAMA HEPA :*
2. Editor
YASMIN TSABITA.
Ahhh, dia mah orang paling sabar. Sabar menghadapi laptop gue yang hahaha suka nge-hang. Dia orang paling berjasa, LO HARUS BAYANGIN DIA NGEDIT SEBAGIAN BESAR FOTO-FOTO dari total ada 500 sekian FOTO. Dia berkali-kali marah gara-gara laptop tua usang ini. Maafin gue ya min gue alay, maafin leptop gue juga.. Yah pokoknya mah YASMIN EMANG PALING SABAR, LOF YU PULL MIN! *cubit-cubit gudut*
3. Fotografer
AINUN AMELIA.
Dia undescribe-able. Temen sekamar gue dua tahun ini, yah pokoknya begitulah. Dia yang foto-foto, dia yang bantuin Yasmin ngedit juga, HAHAHA. DIA YANG PALING TONGSIS. ASAL LO TAU, DIA MAININ TRIPOD JADI TONGSIS. YA ALLAH TEMEN GUE. Ah pokoknya mah dia yang paling AYAN-_- PISS NUN GUE SAYANG SAMA LO titik!
4. Animator
VETY FATIMAH.
Andelan kita banget, hingga suatu saat, dia sempat menangis sepanjang malam, karenaaaa.. ya suatu masalah, dan itu berhasil bikin gue stres. Siapa yang mau nggambar coba? Yasmin nggak mau, Hepa nggak mau dan akhirnya yang menjadi tumbal dengan segala kealayan, gue coba menggambar,dan yeay! Hasilnya sama seperti gue, alay. Anyway, makasih banyak Pet, tanpa lo kita gak bakal jadi ikut lomba. Untung waktu itu lo angkit dari kegalauan, kalo enggak mungkin projek kita gak bakal maju, dan kita gagal ngasih piala buat Al Kahfi. LOP YU POL LAH TIHHH :3
5. Asisten Animator.
GUE, SI ALAY NANBEGAJUL
Gue juga sebenernya bingung menempatkan diri gue diposisi apa. Karena gue sebenernya lebih sering berkutat dengan kamera, sambil liatin Vety gambar, dan bantuin Vety kadang-kadang kalo dia lagi capek. Gue juga bingung dengan hidup gue, ya gue senasib dengan Hepa lah.
Dan Pada suatuhari, hari minggu, saat mubes diselenggarakan. Tepatnya siang abis zuhur. Kita berlima gabisa diem nggak tenang, karena saat-saat menegangkan, yaituuuu PENGUMUMAN PEMENANG. Mana waktu itu SMAC lomba terakhir yang diumumin, kita pake di marahin segala sama panitia Mubes, gara-gara rusuh, akhirnyaaaaaa... kita tau, kalau kita JUARA SATU ! YEAY.
Sumpah disitu gue langsung jingkrak-jingkrak alay upay, gue peluk setiap orang yang gue temuin, gue sujud syukur, dan yah begitulah. Yang jelas gue seneng banget. Si Vety udah ngebet aja namanya di pajang di spanduk sekolah, hahaha. Abisan, dari sebelum lomba dia udah panas banget liat spanduk anak-anak yang menang lomba di Al Bayan di pajang, sama ada tuh satu spanduk yang item, ada api-apinya yang hampir setaun nggak dicopot tulisannya "Juara lomba gambar manga" HAHAH, Si Vety panas banget liatnya, hahaha.
Dan akhirnya beberapa minggu kemudiaaan, spanduk kita dipasang, YEEAAAY!
Udah dulu yaaa, sumpah tangan gue pegel tingkat dewa. Gue berdoa aja, semogaaa 97TM TERUS MENGELUARKAN SM SM KECE, LAINNYA :)
Gue Dapet video ini dari blognya bang Benakribo, liat aja di postnya yang ini!
Silahkan disaksikan videonya!
Siapasih dia? Namanya Christina Bianco, dia dari New York, dia artis sekaligus penyanyi. Pernah jadi kontestan America's Got Tallent season 6. That's all yg gue tau. HAHA.
Gue penasaran sama yang namanya pixel art. Akhirnya gue search di google tentang itu. Eh ada website gitu deh tempat bikin-bikin gituan, yaudah gue coba aja, eh jadinya ancur gagal binti alay bagindrang. Oke fine -__-" ternyata butuh kesabaran dan bakat buat bikin begituan-_- Oh god, untung gue puasa *loh? haha.
Gue sempet nanya ke Hepa ttg maincraft yang dibuat sama Murpow, kata hepa dia buatnya berjam-jam. Sekarang gue ngerti, karena emang bikinnya nggak sembarangan-_- hahaha. Dan sekarang mata gue capek liat monitor terus, yah lah ma'assalaamaah \(-__-)/
Hellaw, It's long time not write in here, since last holiday on Yasmin's house :) Honestly, this time I do really not have any ide to write something, so I just want to share my oppinion to you now. Keep reading guys!
Gue nggak bakal cerita yang serius-serius amat kok hahaha. Ya jangan kebawa sama judulnya ya.
Gue udah masuk tahun ketiga di penjara tercinta, Al Kahfi namanya. Well, it's not really bad in there. Gimana ya? Gue suka disana sebenernya, asik kok, asik banget malah. Temen-temen gue baik-baik, gue udah nyaman sama mereka. Apa lagi sama anak 97 to Mars tersayang, temen belajar gue,dan gak lupa chairmate gue tercinta Vani, hahaha. Mereka juga baik sama gue, kita hidup bareng-bareng saling support. Alhamdulillah ya, gue nggak punya temen rese yang nyebelin alay kamseuvay. Gatau yah kalo dibalik semua itu ada salah satu mereka yang diam-diam adalah fake friend. Nauzubillahmindzalik deh ya, abisan gue takut banget, soalnya kemaren gue baru aja dapet pertanyaan di ask.fm yang katanya "dear fake firend.." dan abis itu gue jawab aja "I wish you could be the real one."
Guru-guru gue juga enak-enak. Gue malah bersyukur banget bisa sekolah di Al Kahfi karena guru-gurunya baik-baik, seru, wawasannya juga luas. Jadi dikelas juga kita nggak garing kaya peyek kriuk nyess. Mereka selalu punya cara biar murid-muridnya ngerti, that's why I like them, soalnya gue juga nggak yakin kalo gue masih sekolah di SIR gue bakal dapet hasil yang sama kaya gue sekolah di Al Kahfi.
Selain sekolah dan temen-temennya, yang bedain Al Kahfi dengan sekolah lain itu ada yang namanya pembinaan. Well, sebenernya ini yang agak rese. Sebenernya sih nggak rese-rese amat. Kepala pembinaan kita juga selow aja sebenernya, selagi kita kemasjid, dan tahfiz tiap shubuh. Jadi sebenernya apa problem gue disini? Yang bikin gue nggak mau balik ke Al Kahfi? Jawabannya satu, dia adalah seseorang yang ber-profesi sebagai Wali Asrama atau WALAS. Ini mindset anak pesantren nomor satu, Walas adalah seseorang yang sangat amat menyebalkan, siapapun dia, sebaik apapun dia.
Sebenernya nggak semua walas sama kaya yang gue gambarkan. Hanya walas-walas yang belum menikah saja yang seperti itu. Menyebalkan, rese, sensi, dll. Tapi ada juga sih walas yang belum menikah dan asik. Contohnya, ya sebut aja namanya Bu Hasa. Pada dasarnya walas itu sebenernya baik, karena mereka yang mengingatkan kita tentang solat, tahfiz, makan, belajar, membangunkan kalo kita tidur, dan hal baik lainnya. Tapi yang gue bener-bener nggak suka dari mereka adalah entah mengapa mereka itu sensi dan selalu negative thinking sama kami.
Kebanyakan walas di Al Kahfi itu mantan santri, jadi bisa dicurigai mereka seperti itu karena mereka ingin balas dendam sama seperti ketika mereka nyantri. Dan gue bakalan ceritain ke lo tentang walas gue yang rese itu.
Awal kelas sebelas lalu, kita menjabat sebagai OSPETA, atau Organisasi Santri Pesantren Terpadu Al Kahfi. OSPETA selalu punya event setiap bulannya, dan untuk menyiapkan event-event itu kita membutuhkan barang penting bernama laptop. Satu kali acara, kita bisa butuh dua sampai tiga laptop. Untuk anak acara, anak backstage, dan untuk bikin spanduk. Sebenernya dua laptop cukup, cuma yaaah idealnya. Kalian harus tau perizinan laptop di Al Kahfi sangat rumit. Ini yang gue nggak suka dari pembinaan. Mereka menyuruh kita untuk mengadakan acara dengan sempurna bagus dan indah, tapi minta rekomendasi laptop aja tuh susah banget. Ditambah lagi walas bakal rese banget kalo udah bawa laptop diasrama, padahal kita udah bawa rekomendasi. Yaelah, gue juga tau kali kalo laptop gak boleh buat macem-macem, gue cuma butuh laptop buat ngerjain tugas. Selesai ngerjain tugas yaudah gue tidurlah, orang gue selesai ngerjain tugas bisa sampe jam 11 malem, emang gue mau ngapain? nonton? online? Plis deh, gue nggak suka di negative thinking-in kayak gitu. Orang udah jelas-jelas walas sendiri tau kalo yang namanya sinyal di Al Kahfi tuh bapuknya subhanallah, KEMUNGKINAN DIKIT BANGET BUAT ONLINE, masih aja curiga, ish, amit-amit. Kalo mau nonton juga udah jam 11 malem. Maaf ya, gue sih bukan tipe anak yang kalo besok sekolah terus udah jam 11 malem gue masih nonton filem. Ngapain banget, wasting time, mending gue tidur. Itu namanya memperpendek jam tidur, dan itu merugikan buat gue.
Ada satu momen yang paling gue gabisa lupain, yah mungkin sampe sekarang sakitnya masih ada. Jadi waktu itu anak-anak divisii pendidikan minta tolong buatin spanduk untuk acara terakhir OSPETA yaitu MASSA atau Malam Apresiasi Seni Santri Al Kahfi. Yaudahlah gue buat tuh spanduk. Ya gue tau gue juga yang salah, soalnya gue juga nggak minta izin ke pembina OSPETA tentang laptop. Tapi gue selow aja make laptop karena emang anak pendidikan mau minta izin ke pembina, jadi gue lanjut aja tuh bikin spanduk. Malemnya Vety, partner gue juga bikin spanduk buat FT Forlid, dan walas juga tau dan fine-fine aja liatnya, beliau cuma bilang nanti kembalikan. Yaudah gue iya-in. Si walas malah nyuruh gue bikin sertifikat buat pembinaan award, dan gue nyanggupin tapi nggak malem ini, karena emang jadwal laptop gue padet banget, malem dipake spanduk FT Forlid, besoknya bikin spanduk Massa, besoknya baru bisa gue bikin tuh sertifikat. Eh besok paginya pembina OSPETA dateng, dan nanyain tentang laptop gue, yaudah gue bilang gue pake buat bikin spanduk Massa. Pembina juga cuma bilang kenapa nggak ada yang izin ke ibunya, yaudah gue langsung ke anak pendidikan buat minta izin. Eh tiba-tiba si walas, neriakin gue dari lantai atas suruh balikin laptop, katanya kalo enggak disita, padahal jelas-jelas dari kemaren dia liat gue dan teman-teman bikin spanduk. Kenapa nggak dari kemaren aja dia ambil laptop gue? Aneh memang, gue nggak ngerti pola pikir si walas. Disitu gue dendam banget sama walas, kemarin aja lo minta buatin sertifikat, sekarang laptopnya disuruh balikin, kalo gue bukan anak baik gak gue kerjain tuh sertifikat. Bikin aja sono sendiri, gausah nyuruh-nyuruh gue dan temen-temen gue.
Selain negative thinking, yang gue nggak suka dari walas adalah mereka itu SENSI NAUDZUBILLAH KAYA ABEGE LABIL BARU PERTAMA KALI MENSTRUASI *lebay. Kadang tuh ya, kita nanyain baik-baik, yaaa tentang apa ajalah, dijawabnya juteknyaaa setengah wafat. Gimana nggak sebel coba, bayangin lo tanya ke orang baik-baik dengan senyum teriang, eh dijawab dengan muka jutek, bibir manyun lima sentimeter, tatapan sinis. Ya Allah, salah apa gue, salah apa ibu gue? Ya Allah sakit hati gue tau di gituin. Astaghfirullah. Kalo gue boleh jujur ya, gue orangnya emang sedikit sensitif sama orang, jadi kalo ada orang ngejutekin gue, gue langsung inget-inget kesalahan. Malahan kadang di jutekin dikit aja gue bisa nangis. Kalo emang udah nggak niat jadi walas, udah capek, yaudah berhenti aja, toh gue juga nggak rugi.
Yang ketiga, Walas terkadang nggak sefikroh dengan walas lainnya. Contohnya, gue dijagain sama dua walas, yang satu yang asik, yang satu yang yaaa begitulah. Dua-duanya lulusan pesantren gatau dimana. Yang satu PELIT BANGET SAMA YANG NAMANYA HAPE ASRAMA, DAN HITUNG-HITUNGAN BANGET SAMA PULSA HAPE ASRAMA, tetapi yang satunya bertolak belakang dengan murah meminjamkan hape pribadinya ke anak-anak dan membebaskan anak-anak ber-bbm-an ria dengan orangtuanya. Dan apa kalian tahu reaksi walas yang satu terhadap walas yang asik? Ya, mungkin memang sifat bawaan dari lahir, beliau jutek selalu yasudahlah mau dikatakan apalagi.
Terus yah, ente bayangin deh misalkan, ente tinggal
di asrama lain yang walasnya sebenernya sama sifatnya kaya Walas Ane
gitu, nah terus dipesantren ada yang namanya peraturan karantina kalo nggak
solah berjama’ah. Nah kalo diasrama Ane itu peraturan jalan banget, tiap
hari ada aja anak yang kena karantina, malah kayaknya se-asrama deh, tetapi
yang sangat disayangkannya di asrama lain itu peraturan nggak jalan, padahal
kalau dilihat-lihat walas asrama nya tipe-nya sama. Sedangkan Asrama lain itu
adalah asrama adik kelas yang nggak pernah mau yang namanya toleransi sama kami
para OSPETA, yang taunya OSPETA itu perfect tanpa cacat sedikitpun.
Sedangkan kalau dilihat-lihat mana yang lebih banyak kebutuhan keluar? OSPETA.
Aduh itu tuh ya, sakitnya tuh di sini nihà♥
Namanya HATI. Mana keadilannya-mana? Kalo mau semua asrama diperlakukan sama
dong, satu karantina, karantina semua! Nggak adil tau.
Satulagi yang paling haha ini bikin Ane
ketawa, yaitu saat pengumuman pegawai pesantren terbaik. Tiba-tiba sang MC
mengumumkan kalo si Walas adalah Wali Asrama terbaik tahun ajaran 2013/2014. Haha, Ane akui dia emang terbaik, tapi
tolong dia buat anak didiknya sengsara.
Yah gue capek nih ngetiknya, gimana dong? Yasudahlah gue mau cerita panjang lebar juga, selagi dia masih jadi walas gue, gak bakal mecahin masalah. Alhamdulillah nya gue udah nggak jadi OSPETA, jadi byebye buat laptopnya. Astaghfirullaaaaahhh, pusing gue mikirnya.
Yeah, I'd like to draw, but it just my hobby dude._. Gue gambar cuma buat have fun! Nggak sampe mendalami gimana cara gambar yang rempong2 merhatiin ini itu. Gue gambar buat bikin tenang hati gue, ngungkapin perasaan gue.
Sama aja kaya nulis. Gue suka nulis-nulis, tapi ya begini ini. Gue nggak suka nulis yang kayak karya sastra yang bahasanya tinggi-tinggi begitu. Gue lebih suka nulis apa adanya begini, sesuka gue. oke? Jadi ya gue nulis sekedar curhat aja, ngungkapin apa yng gue rasain, TO THE POINT._.
Gue kadang merasa wow aja sama temen-temen gue kaya Ola, Sarah, Yasmin, dkk yang bisa merangkai kata-kata indah buat meluapkan perasaannya, gue seneng aja bacanya, haha. Gue juga bingung apa yang mereka pikirkan buat bikin kata-kata yang seribet itu, tapi keren hahaha. Itulah bedanya gue dan mereka HAHAHA.
HOWLA! Hari ini gue kerumah temen gue, terus rumahnya itu deket sama SD, dan gue mengingat ketika jaman gue SD.
Tahun 2003, sekitar 11 tahun yang lalu, gue lulus dari TK dan itu artinya gue masuk SD! Gue seneng banget bisa jadi anak SD. Dapet seragam baru, buku baru, kotak pinsil baru, tas baru, segalanya baru. Tapi masalahnya pas gue mau masuk SD, sekolah yang gue daftar pada nggak mau nerima gue, sedih. Kenapa coba? Alasannya sepeleh, karena waktu itu umur gue belum 6 tahun-_- alamak. Akhirnya gue diterima di sebuah sekolah yang jaraknya lumayan dari rumah gue, yaitu.... SDN SUMBER JAYA 04. Nah, kemarin gue sama temen gue mengingat-ingat kembali tentang apa yang ada pas jaman-jamannya kita SD. Dan sekarang gue mau sebutin ada apa aja pas jaman gue SD? Dimulai dari jajanan: 1. Sate telor Gue gak tau anak jaman sekarang kenal sama ginian apa enggak, haha. Sebenernya yang gue suka selain dari rasanya yang entah kenapa di lidah gue enak padahal mah hambar malah adalah cara pembuatannya! Yap, cara pembuatannya tuh keren. Pertama abang-abangnya tuang kocokan telurnya ke minyak panas, tapi gitu deh dituangnya nggak beraturan, dan dituang pake sendok kecil. Terus abis itu di ambil digulunggulung pake tusuk sate dan jadilah Sate Telor! yay. Kemarin gue seneng banget pas EduFest kakak kelas 12 jualan ini makanan. Thankies kakaak hahaha. 2. Telur dicetak bulat-bulat kecil Yang ini biasanya jualnya bareng Sate telor, tapi dia bikinnya di cetakan gitu. Tempatnya pake kertas nasi , terus atasnya kasih saos :9 haha. Gue inget banget gue suka banget beli ini dulu hahaha! 3. Kue laba-laba Yang ini biasanya jajanan di tempat ngaji, hehehe. harganya 1000-2000 kalo gak salah. Rasanya gurih-manis gitu, enak lah pokoknya. Karena gue termasuk anak yang nggak suka jajan makanan, ya.. karena waktu itu faktor kebersihan makanannya juga, akhirnya gue milih kue laba-laba sebagai salah satu jajanan gue di tempat ngaji! 4. Cakwe Ini salah satu jajanan yang dibolehin sama nyokap gue pas SD, soalnya kata nyokap gue ini yang paling mending kebersihannya dari jajanan SD gue yg lain. Gue seneng banget pas kemaren GTC ke STPI ada tukang jual cakwe. Gue langsung beli banyak, hahaha finally, setelah 9 tahun nggak makan cakwe :"> 5. Permen Peluit Inget banget dulu berlomba-lomba buat niup permen ini. Siapa yang paling keras dia yang menang! 6. Gula-gula oren-lumut Gue gak tau nama aslinya apa, karena warnanya oren-oren sama ijo lumut gimana gitu, gue kasih nama aja sendiri. Gula-gulanya biasanya belum dibentuk, terus kita pesen sama abangnya mau bentuk apa, nanti dibuatin, Rasanya sebenernya manis doang, tapi buat anak kecil itu enak, hahaha.
7. Mi Remes Inget banget dulu kalo beli makanan ini gue dimarahin nyokap gue abis-abisan karena ini nggak sehat. Yaudah gue cuma bisa pasrah kalo nyokap gue tau. Itu makanan yang gue inget, nah sekarang mainan-nya 1. Bepe-bepean
Siapa yg nggak inget sama nih mainan, dulu sampe numpuk dirumah, tapi sekarang udah pada ilang pastilah hahaha, orang gue udah pindah-pindah :))
2. Binder
*Sebelum masuk kelas* #2-3SD
gue: Bang, ada kertas binder nggak?
abangnya: Ada neng?
gue: Tapi yang harvest bang! ada nggak?
abangnya: ada nih, mau yang mana silahkan dipilih.
gue: beli 5 bang! nih uangnya
Walaupun akhirnya sekarang udah gue bagi-bagiin tuh isi binder gue ke adik-adik kelas gue sebelum gue lulus SMP kemarin, tapi memori pas lagi belinya itu nggak hilang. ♥
3. Orgi
Ini semacam binder tapi versi kecil, dulu gue inget banget minta ini sampe merengek-rengek dan akhirnya pada suatu hari nyokap gue ngajak gue ke Taman Anggrek dan gue menemukan toko yang menjual itu dan gue beli. HAHAHA
4. "Permen Karet"
siapa yg nggak tau permen karet tanda kutip? Isinya kecoa, biasanya anak cowo ngusilin anak cewe pake ini, abis itu anak cewenya teriak-teriak aaah...aaaahh... lebay, HAHAHA
5. Balon tiup
Tau balon yang ditiup pake sedotan warna kuning kan? yang ini loh
Gue suka banget dulu beli gituan! Asik banget kalo udah main gituan, sampe lupa waktu.. haha.
6. Karet
Ya Allah, gue ngakak banget kalo inget kejadian ini. Dulu gue beli karet banyak banget, dan gue rangkai satu-satu dan sumpah itu jadinya panjaaaaaaaang banget. Bahagia sekaligus bangga banget soalnya dulu rangkaian karet gue paling panjang sekomplek HAHAHAHA.
Sampai suatu hari
temen gue: Indiraaaa....
gue: apaa....
temen gue: main yuk!
gue: enggak ah, aku mau les...
temen gue: boleh pinjem karetnya nggak?
gue: Boleh, sebentar ya...
Yaudah tuh gue pinjemin karet gue, dan nggak lama gue pergi les. Eh siapa sangka, pas gue pulang les, gue nyamperin temen-temen gue yang lagi main,dan gue heran kenapa mereka nggak main karet dan gue tanya ke mereka
Gue: Kalian udah nggak main karet?
Temen gue: enggak
Gue: Karet aku dimana?
Temen gue: Hmmm...Indira, jadi gini... Tadi waktu kita istirahat abis main karet, tiba-tiba karet kamu hilang.
Jreeeeeng... gue kicep. Terus gue bilang
Gue: Yaudah nggak papa *nahan nangis* #soktegar
Temen gue: Maaf yaaa...
Dan akhirnya gue lari kerumah, sampe dirumah gue ngasih tau nyokap gue "MAMA KARET AKU HILANG!!! KARET AKU YANG PANJANG HILANG." HAHAHAHAHAHA LEBAY BANGET SIH GUE DULU =)) HAHA. Dan tau selanjutnya? apalagi kalo bukan nangis anak cewe mah-_-
Nah itu beberapa mainan gue jaman SD, teman. Nggak kayak jaman sekarang, anak-anak ramenya di warnet, rental PS, semacamnya. Kalo nggak begitu mainnya BB, sama TAB. Boro-boro hape gue aja setingkat sama hape asrama cuma beda kamera sama blutut doang HAHAHAHA. Gue juga dulu baru megang komputer kelas 4 SD, belum ada internet lagi, cuma bisa nonton VCD sama main game alay-alay itu, hahaha. Nah kawan, bagaimana dengan mainanmu?
Jadi, ceritannya,
Kita berencana tuh mau pembubaran panitia. Terus kata guru kita ke pantai pelabuhan ratu aja. yaudah tuh fix, akhirnya anak cowo berangkat duluan tanggal 27 maret kemarin. eh... siapa sangka, lu bayangin.. lu lagi hepi2 pembubaran panitia trs ada temenlu yang nge-MC di acara sama temen lu yg biasa mondar mandir ng-dokumentasiin tuh acara itu keseret ombak dan hilang. Nah itu yg lagi gue rasain nin.. kemarin sih lebih tepatnya sebelum liburan :(
Jadi ceritanya hari kamis, anak cowo angkatan gue pada main ke pantai pelabuhan ratu, acara pembubaran panitia educationfestival.Terus abis acara inti selesai, mereka pada foto-fotokan, terus selesai foto2 tuh freetime, bebas mau ngapain aja. Terus rencananya, hari jumatnya anak cewenya yang mau kepantainya. yah kan lo tau sekolah gue gabisa selalu gabung ce-co-nya. Kita udah seneng banget tuh, besok mau ke pelabuhanratu (gue singkat jadi plara), besok gak sekolah, udah girang banget lah intinya.
Eh tiba-tiba, 3 orang anak IPS dateng ke kelas gue, dan bilang kalo ternyata ada musibah di plara, terus kita kirain kan kenapa yah.. terus mereka bilang, barusan ada telfon katanya ada anak cowo 2 hilang statusnya masih hilang dan pas ditanyain lagi, kata yang di plara, mereka keseret ombak
kita dikelas lagi bercanda sama guru, lagi ketawa-ketawa, langsung kicep, gue mangap, tangan gue dingin.
Terus pas kita pulang, gue bertiga sama temen gue mau balikin spiker ke kantor, ketemu guru komputer gue dan gue langsung nanya Pak emang siapa yang keseret, terus bapaknya jawab, iya namanya farhan sama ridwan, nah yang namanya farhan sama ridwan ada dua dan belum diketahui yang mana..... terus setelah kita tanya2 ternyata kronologisnya...
ternyata mereka lagi main loncat ombak, terus katanya pertama farhan yang kena ombak, terus ridwan mau nolongin, si ridwan manggil temennya satu lagi, eh pas temennya yang satu lagi itu jalan kemereka ada ombak besar yang langsung nyeret mereka, terus anak2 yang liat disitujuga udah ngelemparin papan surfing buat ngemudahin mereka. Temen-temen gue yang jago berenang udah ambil posisi mau nyelametin mereka tapi ombaknya gede banget bener2, akhirnya mereka juga nggak berani, takutnya malah nambah masalah nanti.
eh pas ombaknya pergi, mereka juga udah nggak ada, tapi papan surfing ada terus akhirnya mereka dicari tuh oh terus ada info lagi nyampe ke kita, kalo ternyata yang keseren farhan abduh, sama ridwan suryo nugroho.
Pas dikasih tau ke orang tua masing- masing ortunya ridwan kurang terima, tapi ortunya farhan ikhlas alhamdulillah
Malemnya kita semua anak kelas sebelas gabisa tidur semua. akhirnya kita tidur diatas jam 12 semua kali, ya gue berhasil sih tidur jam stgh 12. Terus besok paginya nin kita qiyamullail bareng se alkahfi itu pas doa nangis semua kali kita seangkatan
dan...
Pas lagi Tahfis... jam 5 subuh-an kita lagi pada tahfis, dan kebetulan guru gue tahfis pembina OSIS, jadi dia paling apdet masalah itu. Gue lagi ngafalin tuh, trs tmn2 gue pada ngumpul, trs mrk pada kaget...dan gue langsung nanya kenapa. Trs raina jawab katanya "ridwan ketemu" gue seneng banget...tapi abisitu dia bilang "tapi... dia udah nggak ada" dan gue cuma bisa diam. Gabisa nangis, kaget banget.
Terus temen-temen gue yangbeda guru thfis sama gue langsung pada nyerbu tahfis gue, dan bertanya, kenapa, dan gue jawab, ridwan ketemu tapi udah gak ada. saat itu baru gue nangis
dan itu satu aula suaranya tangisan kita doang, adek kelas gue yg tadinya pada baca qurán diem semua, ngeliatin kita
Terus jam 9-an mayat rdwan disolatin di alkahfi. jam 10 gue sama sebagian tmn gue capcus kerumah ridwan Terus, jam 3 sore, pas kita lagi dijalan ada telefon katanya farhan ketemu, tapi kawan... sama... dia udah gak ada.
Sabtu depannya setelah kejadian ini, orang tua mereka ke Al Kahfi. Muka mereka udah lebih ikhlas, tapi yah tetep aja, pas ngasih sambutan suaranya tetep bergetar. :'')
Terus, sampe satu minggu kedepannya Ridwan Farhan masih jadi trending topik. Subhanallah banget mereka. Mereka anak baik-baik, sopan, soleh banget. Katanya bu Ika guru biologi kita yang deket banget sama Ridwan, dia terakhir ketemu ibu, senyum, ngingetin ibu biar ibu jaga kesehatan. Kata bu yuni guru matematika kita, Ridwan itu semangat banget, walaupun nilai dia kecil. Kata temen-temennya malem sehari sebelum berangkat ke plara, Farhan buatin susu milo buat anak-anak yang pada ngumpul, terus farhan juga sempet foto-foto asrama, pas ditanya buat apa katanya buat kenangan. Terus, pas ada salah satu temennya Ridwan ngelarang main pas di pantai ridwan bilang "Gak papa besok juga udah nggak disini." Tapi sekarang semua itu cuma bisa jadi bahan nostalgia.
Tapi enak banget mereka, diambilnya dengan cara tenggelam, dan kalo orang tenggelam itu katanya syahid, terus pas mereka udah nggak ada, yang diomongin cuma kebaikan mereka. Terus mereka juga ditemukannya cepet banget, karena biasanya kalo ada yang tenggelam harus nunggu 3 hari. Ridwan di temukan lebih cepat, mungkin Allah nggak mau mamanya yang lagi sakit Stress, kondisi Ridwan juga masih utuh, cuma berdarah sedikit, dan subhanallah dia senyum. Kalo Farhan, mungkin karena dia terlalu lama di laut jadi daun telinganya nggak ada satu, dan katanya udah lebam. Dan, yang menemukan Farhan adalah tim pandu keadilan. Kurang iri apa coba sama mereka. Jadi sekarang kita kalo lagi males ingetnya FarhanRidwan. Mereka motivator kita sekarang.
Ya Allah, jadikan kami anak-anak yang baik kayak mereka. Terima amal baik mereka.
Allahummagfir liMuhammad Abduh Farhan. Allahummaghfir li Ridwan Suryo Nugroho, amiiiin...
itu yg pake baju putih abduh pas di PLARA! photo:ask.fm