Alhamdulillah kawan, aku lulus dari Al Kahfi pas banget di post yang ke 100. Kalo gitu sekarang aku cerita tentang kenapa aku bersyukur sekolah di Al Kahfi aja yaa!!
#AkubersyukursekolahdiAlKahfi, karena aku belajar untuk terbuka dengan teman. Walaupun aku kenal semua anak perempuan, aku gak bisa terbuka ke semuanya, tapi setidaknya aku punya teman untuk berbagi beban hidup. Semenjak aku masuk Al Kahfi, aku nggak setertutup dulu waktu SMP, sampe dulu temen-temen aku hanya tau kalo dulu aku orangnya selalu riang gembira, mereka gapernah tau kapan aku marah, kapan aku capek, kapan aku sensitif, kapan aku cemburu, karena hampir semua aku sembunyikan sendiri dengan rapih. Aku sembunyikan semuanya dengan topeng senyum ceria yang setiap harinya aku poles agar mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Alhamdulillah aku bukan pendendam berkelanjutan, dan aku nggak pernah bisa marah sama orang-orang yang aku sayang, jadi tenang kawan. Aku selalu menyayangi mereka dua belas ranger kesayanganku.
Namun, setelah aku masuk ke sebuah penjara suci seribu tangga, ternyata sulit untuk menerapkan cara yang sama. Mungkin salah satu penyebabnya ujian hidup di Alkahfi lebih berat dan ditambah orang tua nggak selalu bisa hadir disisiku. Aku mulai merubah pola pikir, Aku mulai terbuka kepada salah seorang gadis cantik nan baik bernama Yasmin. Yang sekarang menjadi salah satu teman baik kesayangan ku. Dia tau segalanya tentang aku, dari yang baik sampe yang busuk. Dia salah satu orang yang mengharapkan Aku diwisuda kemarin setelah Bapak dan Mamaku. Dia selalu nyemangatin aku kalo lagi futur, selalu siap sedia kalo tiba-tiba gue dateng kekamarnya terus nangis, selalu selalu selalu banyak lagi. Aku merasa gue belum bisa sebaik dia, haha. Terimakasih, Yas! 😂
Masih tentang sosialisasi, #AkubersyukursekolahdiAlKahfi karena aku jadi OSPETA. Belajar mengemban amanah, belajar berani sama orang. Setelah jadi OSPETA, aku jadi lebih bisa bergaul dengan teman-teman seangkatan yang eksis, atau ya biasa kami sebut dengan pentolan. Karena, waktu kelas sepuluh untuk bertegur sapa dengan mereka saja bahkan butuh keberanian lebih dibanding untuk menghadap OSPETA buat tahkim bahasa. Setelah jadi OSPETA aku juga lebih bisa bersosialisasi dengan adik kelas walau kenyataannya aku memang membenci mereka, haha. Dari OSPETA ini juga akhirnya aku kenal satu dari 91 anak laki-laki, padahal dulu waktu kelas sepuluh aku dengan lantang bilang kalau aku tidak akan kenal sama satupun cowo Al Kahfi, haha. Kalau nggak karena majalah waktu itu, fix banget omonganku waktu itu jadi kenyataan, haha.
Yang ketiga #AkubersyukursekolahdiAlKahfi karena aku punya guru-guru yang hebat. Seperti pak Ade kepala sekolah kami yang kadang kalau memberi semangat bikin hati tuh berasa ditusuk. Pak Ade juga guru biologi yang bikin aku sadar kalau ternyata Indonesia ini kaya raya dengan keanekaragaman hayati.
Ada Bu Ika dan bu Hijri juga, masih sebagai guru biologi yang bikin aku sadar betapa Allah tuh Maha Kuasa banget, menciptakan kami para manusia yang bisa dibilang kurang bersyukur dengan sebaik-baiknya. Dengan segitu kompleksnya tubuh kita yang dengan berjuta juta sel yang mampu mengerjakan proses metabolisme setiap waktunya. Bu Ika sama Bu Hijri juga rela mengorbankan waktunya buat Naila, Dinda, sama aku belajar sampe sore setiap hari buat lomba BESC sama PSN waktu itu. Makasih banyak ya bu! Kami sayang Ibu.
Selain itu juga ada Pak Yayan yang baik hati selalu mengingatkan kami kalau diluar sana ajaran islam diluar sana sangat heterogen, beliau juga yang memperjuangkan kemudahan tahfiz agar kami semua wisuda seangkatan, sayang kami masih mengecewakan beliau karena kenyataannua kami belum bisa diwisuda seratus persen. Dan banyak ternyata guru-guru luar biasa lainnya disana, yang gak bisa aku sebutin satu-satu disini karena mager ngetik. Maklum kawan, aku dapat predikat termager di angkatan.
Yang keempat mengapa #AkubersyukursekolahdiAlKahfi adalah, aku punya seorang teman yang selalu bikin aku terpecut kalau aku mengingatnya. Aku selalu semangat belajar kalau aku mengingat kondisinya, selalu semangat menghafal tahfiz kalau ingat semangatnya ingin kembali berjuang bersama kami. Dia seorang sahabat yang sering dilupakan oleh teman-temanku, yang aku bangga padanya karena akhirnya kemarin dia maju kepanggung wisuda bersama kami. Waktu itu dia sempat terkapar dirumah sakit beberapa bulan dan fix banget bikin aku sama yasmin sebagai teman dekatnya nangis terus kalau setiap denger kabar buruk tentang dirinya. Tapi Alhamdulillah kawan, darinya aku sadar kalau ternyata kekuatan do'a itu luar biasa. Aku, dia dan Yasmin bisa kembali tertawa bersama dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Dan akhirnya kemarin kamu bisa melaksanakan ujian nasional bersama. Namanya Sarah, dia gadis terkuat yang pernah aku temui.
Yang kelima, yang terakhir. #AkubersyukursekolahdiAlKahfi karena aku menemukan keluarga disana. Keluarga kecil yang aku sendiri lupa bagaimana terbentuknya, haha. Keluarga kecil yang bisa bikin aku merasakan punya kakak, diusilin sama Vety sebagai sulung yang kalo bangunin aku kalau tidur gak nyante banget, terus dia suka ngelitikin kalo nggak ada kerjaan, dan satulagi, suka curhatin hasan kalau lagi galau banget. Berbanding terbalik dengan Yasmin sebagai kakak tengah yang suka banget aku ajak curhat tentang masalah hati yang tak kunjung habis ini, haha. Di keluarga alay ini Aku punya kakak ipar juga, namanya Hasan, dia suka aku curhatin masalah cita-cita, dan dunia seputar kampus. Lantas Mama sama Papahnya? Haha.. gak bakal aku tinggalkan, Mamski Haifa' suka nyuapin aku makan, sama bobo siang sama aku kalau lagi nggak ada sekolah siang. Kalau Papski Arib sukanya ceramah, dia sering banget mengeluarkan nasehat-nasehat layaknya Mario Teguh, padahal aku yakin banget kok dalam kesehariannya pasti dia rumit juga. Haha, maafkan aku ya kawan jika aku suka berlebihan. Mungkin mereka menganggapku seorang anak perempuan yang rese dan suka curhat gajelas, cerewet dan apalah itu sebagainya. Tapi buat aku mereka tempat berbagi, penyemangat, penasihat, penghibur, dan Ah! Aku sayang sama mereka.
Ah! Aku lelah, mungkin itu beberapa alasan mengapa #AkubersyukursekolahdiAlKahfi. Satu kata yang aku bisa haturkan sekarang, Terimakasih yaAllah 😂😂
#AkubersyukursekolahdiAlKahfi, karena aku belajar untuk terbuka dengan teman. Walaupun aku kenal semua anak perempuan, aku gak bisa terbuka ke semuanya, tapi setidaknya aku punya teman untuk berbagi beban hidup. Semenjak aku masuk Al Kahfi, aku nggak setertutup dulu waktu SMP, sampe dulu temen-temen aku hanya tau kalo dulu aku orangnya selalu riang gembira, mereka gapernah tau kapan aku marah, kapan aku capek, kapan aku sensitif, kapan aku cemburu, karena hampir semua aku sembunyikan sendiri dengan rapih. Aku sembunyikan semuanya dengan topeng senyum ceria yang setiap harinya aku poles agar mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Alhamdulillah aku bukan pendendam berkelanjutan, dan aku nggak pernah bisa marah sama orang-orang yang aku sayang, jadi tenang kawan. Aku selalu menyayangi mereka dua belas ranger kesayanganku.
Namun, setelah aku masuk ke sebuah penjara suci seribu tangga, ternyata sulit untuk menerapkan cara yang sama. Mungkin salah satu penyebabnya ujian hidup di Alkahfi lebih berat dan ditambah orang tua nggak selalu bisa hadir disisiku. Aku mulai merubah pola pikir, Aku mulai terbuka kepada salah seorang gadis cantik nan baik bernama Yasmin. Yang sekarang menjadi salah satu teman baik kesayangan ku. Dia tau segalanya tentang aku, dari yang baik sampe yang busuk. Dia salah satu orang yang mengharapkan Aku diwisuda kemarin setelah Bapak dan Mamaku. Dia selalu nyemangatin aku kalo lagi futur, selalu siap sedia kalo tiba-tiba gue dateng kekamarnya terus nangis, selalu selalu selalu banyak lagi. Aku merasa gue belum bisa sebaik dia, haha. Terimakasih, Yas! 😂
![]() |
| Namanya Yasmin, dia sedang menunggu Aladinnya yang orang bogor itu, haha. |
Yang ketiga #AkubersyukursekolahdiAlKahfi karena aku punya guru-guru yang hebat. Seperti pak Ade kepala sekolah kami yang kadang kalau memberi semangat bikin hati tuh berasa ditusuk. Pak Ade juga guru biologi yang bikin aku sadar kalau ternyata Indonesia ini kaya raya dengan keanekaragaman hayati.
Ada Bu Ika dan bu Hijri juga, masih sebagai guru biologi yang bikin aku sadar betapa Allah tuh Maha Kuasa banget, menciptakan kami para manusia yang bisa dibilang kurang bersyukur dengan sebaik-baiknya. Dengan segitu kompleksnya tubuh kita yang dengan berjuta juta sel yang mampu mengerjakan proses metabolisme setiap waktunya. Bu Ika sama Bu Hijri juga rela mengorbankan waktunya buat Naila, Dinda, sama aku belajar sampe sore setiap hari buat lomba BESC sama PSN waktu itu. Makasih banyak ya bu! Kami sayang Ibu.
![]() |
| Kenang-kenangan waktu ke surabaya, lomba paling nyesek yang pernah gue ikuti. |
Selain itu juga ada Pak Yayan yang baik hati selalu mengingatkan kami kalau diluar sana ajaran islam diluar sana sangat heterogen, beliau juga yang memperjuangkan kemudahan tahfiz agar kami semua wisuda seangkatan, sayang kami masih mengecewakan beliau karena kenyataannua kami belum bisa diwisuda seratus persen. Dan banyak ternyata guru-guru luar biasa lainnya disana, yang gak bisa aku sebutin satu-satu disini karena mager ngetik. Maklum kawan, aku dapat predikat termager di angkatan.
Yang keempat mengapa #AkubersyukursekolahdiAlKahfi adalah, aku punya seorang teman yang selalu bikin aku terpecut kalau aku mengingatnya. Aku selalu semangat belajar kalau aku mengingat kondisinya, selalu semangat menghafal tahfiz kalau ingat semangatnya ingin kembali berjuang bersama kami. Dia seorang sahabat yang sering dilupakan oleh teman-temanku, yang aku bangga padanya karena akhirnya kemarin dia maju kepanggung wisuda bersama kami. Waktu itu dia sempat terkapar dirumah sakit beberapa bulan dan fix banget bikin aku sama yasmin sebagai teman dekatnya nangis terus kalau setiap denger kabar buruk tentang dirinya. Tapi Alhamdulillah kawan, darinya aku sadar kalau ternyata kekuatan do'a itu luar biasa. Aku, dia dan Yasmin bisa kembali tertawa bersama dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Dan akhirnya kemarin kamu bisa melaksanakan ujian nasional bersama. Namanya Sarah, dia gadis terkuat yang pernah aku temui.
Yang kelima, yang terakhir. #AkubersyukursekolahdiAlKahfi karena aku menemukan keluarga disana. Keluarga kecil yang aku sendiri lupa bagaimana terbentuknya, haha. Keluarga kecil yang bisa bikin aku merasakan punya kakak, diusilin sama Vety sebagai sulung yang kalo bangunin aku kalau tidur gak nyante banget, terus dia suka ngelitikin kalo nggak ada kerjaan, dan satulagi, suka curhatin hasan kalau lagi galau banget. Berbanding terbalik dengan Yasmin sebagai kakak tengah yang suka banget aku ajak curhat tentang masalah hati yang tak kunjung habis ini, haha. Di keluarga alay ini Aku punya kakak ipar juga, namanya Hasan, dia suka aku curhatin masalah cita-cita, dan dunia seputar kampus. Lantas Mama sama Papahnya? Haha.. gak bakal aku tinggalkan, Mamski Haifa' suka nyuapin aku makan, sama bobo siang sama aku kalau lagi nggak ada sekolah siang. Kalau Papski Arib sukanya ceramah, dia sering banget mengeluarkan nasehat-nasehat layaknya Mario Teguh, padahal aku yakin banget kok dalam kesehariannya pasti dia rumit juga. Haha, maafkan aku ya kawan jika aku suka berlebihan. Mungkin mereka menganggapku seorang anak perempuan yang rese dan suka curhat gajelas, cerewet dan apalah itu sebagainya. Tapi buat aku mereka tempat berbagi, penyemangat, penasihat, penghibur, dan Ah! Aku sayang sama mereka.
![]() |
| From left to the right; Hasan, Yasmin, Aku, Arib, Haifa. Kurang Vety. |
Ah! Aku lelah, mungkin itu beberapa alasan mengapa #AkubersyukursekolahdiAlKahfi. Satu kata yang aku bisa haturkan sekarang, Terimakasih yaAllah 😂😂





